⚡ Konversi Energi & Efisiensi Pembangkit Listrik
Ringkasan materi Fisika SMA berbasis fakta, data, konsep, prosedur, dan metakognitif untuk memahami sistem pembangkitan energi listrik.
📌 Fakta
- Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
- Pembangkit listrik mengubah energi primer menjadi energi listrik.
- Efisiensi pembangkit tidak pernah mencapai 100%.
- Energi hilang sebagai panas, gesekan, dan bunyi.
📊 Data
| Pembangkit | Energi Awal | Efisiensi |
|---|---|---|
| PLTA | Potensial Air | 80–90% |
| PLTU | Kimia | 30–40% |
| PLTG | Kimia | 35–45% |
| PLTS | Cahaya | 15–25% |
| PLTB | Kinetik Angin | 30–45% |
💡 Konsep
Konversi Energi adalah perubahan satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.
Contoh PLTA:
Energi Potensial → Energi Kinetik → Energi Mekanik → Energi Listrik
η = (Energi Keluaran / Energi Masukan) × 100%
🧮 Prosedur
- Tentukan energi masukan.
- Tentukan energi keluaran.
- Gunakan rumus efisiensi.
- Ubah hasil ke persen.
Contoh: 1500 J / 5000 J × 100% = 30%
🧠 Metakognitif
- Menyadari bahwa setiap konversi energi selalu mengalami kehilangan.
- Merefleksikan mengapa efisiensi tiap pembangkit berbeda.
- Mengevaluasi langkah dan satuan dalam perhitungan.
- Mengaitkan efisiensi energi dengan isu lingkungan dan keberlanjutan.