Model Jaringan Spiral Transformasi Emosi Epistemik
(SNMEET)
Model non-linear dinamika emosi-epistemik,
penilaian rekursif, koeksistensi emosi, dan regulasi iteratif
Siklus utama
Umpan balik rekursif
Batas / transisi ZOC
Inti SNMEET
Prinsip 1 — Siklus Rekursif
Proses tidak berhenti setelah satu hasil;
inkongruensi baru dapat memulai siklus lain.
Prinsip 2 — Koeksistensi Emosi
Beberapa emosi epistemik dapat koeksis daripada
berfungsi sebagai keadaan yang saling eksklusif.
Prinsip 3 — Transformasi Berjaringan
Transformasi emosi direpresentasikan sebagai jaringan
daripada urutan linear tetap.
Landasan empiris model
Inkongruensi kognitif:
“SAYA TIDAK SUKA AIIIII”
(XI-4-21, E1);
“pusing”
(XI-4-20, E1 & E5).
Penilaian iteratif:
“saya percaya saya bisa”
(XI-4-10);
“khawatir namun saya percaya saya bisa”
(XI-4-22, E4).
Koeksistensi emosi:
“panik takut namun ingin tahu”
(XI-4-22, E5);
“menegangkan dan siap belajar”
(XI-4-13, E1).
Regulasi fleksibel:
“bertanya agar paham”
(XI-4-22, E1);
mencari di Google (XI-4-21, E3).
Hasil sementara:
“ternyata fisika itu menyenangkan”
(XI-4-22, E5).
Masuk kembali iteratif:
“mencoba lagi sebagai evaluasi diri”
(XI-4-10).
Catatan. SNMEET adalah abstraksi teoretis yang diturunkan dari analisis fenomenologis interpretatif refleksi tertulis di lima episode pembelajaran fisika. Model ini merepresentasikan transformasi emosi-epistemik sebagai non-linear, rekursif, dan berpotensi ditandai oleh koeksistensi emosi. Zone of Optimal Confusion (ZOC) dikonseptualisasikan sebagai ruang transisi di mana ketidakpastian dapat tetap produktif selama eksplorasi epistemik. Model ini tidak diusulkan sebagai model kausal definitif.