Gambar 5.7. Spiral Network Model of Epistemic Emotion Transformation (SNMEET): Model Non-Linear Dinamika Emosi Epistemik dengan Horizon Psikologi Islam

SNMEET — Spiral Network Model of Epistemic Emotion Transformation
Model Jaringan Spiral Transformasi Emosi Epistemik (SNMEET)
Model non-linear dinamika emosi-epistemik, penilaian rekursif, koeksistensi emosi, dan regulasi iteratif
Model Jaringan Spiral Transformasi Emosi Epistemik SNMEET merepresentasikan transformasi emosi-epistemik sebagai jaringan non-linear. Inkongruensi kognitif memulai proses, diikuti oleh penilaian, konstruksi emosi, regulasi, dan hasil sementara. Zone of Optimal Confusion merepresentasikan ruang transisi tempat ketidakpastian produktif dan eksplorasi epistemik terjadi. Umpan balik rekursif memungkinkan hasil dan regulasi masuk kembali ke proses penilaian dan trigger berikutnya. ZONE OF OPTIMAL CONFUSION (ZOC) Ketidakpastian produktif selama eksplorasi epistemik masuk ke dalam ketidakpastian SNMEET Model Jaringan Spiral Transformasi Emosi Epistemik (Spiral Network Model) penilaian awal konstruksi makna respons regulasi hasil sementara inkongruensi baru 1 TRIGGER Inkongruensi Kognitif • Diskrepansi prediksi–hasil • Kesenjangan pengetahuan • Tuntutan tugas baru “SAYA TIDAK SUKA AIIIII” 2 APPRAISAL Multidimensi & Iteratif • Kontrol dan nilai • Kepercayaan diri epistemik • Pengalaman dan dukungan sosial “saya percaya saya bisa” 3 EMOTION CONSTRUCTION Kategorisasi & Koeksistensi • Spektrum emosi • Emosi yang koeksis • Keadaan emosi non-eksklusif “panik takut namun ingin tahu” 4 REGULATION Fleksibel & Siklus • Penilaian ulang kognitif • Dukungan sosial • Eksplorasi informasi “bertanya agar paham” 5 OUTCOME Bercabang & Terbuka • Pemahaman konseptual • Kepuasan / frustrasi • Masukan untuk siklus berikutnya “ternyata fisika itu menyenangkan” ZOC berfungsi sebagai ruang transisi di mana ketidakpastian dapat mendukung eksplorasi epistemik TRANSFORMASI EPISTEMIK-EMOSI NON-LINEAR penilaian rekursif • koeksistensi emosi • regulasi fleksibel
Siklus utama
Umpan balik rekursif
Batas / transisi ZOC
Inti SNMEET
Prinsip 1 — Siklus Rekursif Proses tidak berhenti setelah satu hasil; inkongruensi baru dapat memulai siklus lain.
Prinsip 2 — Koeksistensi Emosi Beberapa emosi epistemik dapat koeksis daripada berfungsi sebagai keadaan yang saling eksklusif.
Prinsip 3 — Transformasi Berjaringan Transformasi emosi direpresentasikan sebagai jaringan daripada urutan linear tetap.
Landasan empiris model
Inkongruensi kognitif: “SAYA TIDAK SUKA AIIIII” (XI-4-21, E1); “pusing” (XI-4-20, E1 & E5).
Penilaian iteratif: “saya percaya saya bisa” (XI-4-10); “khawatir namun saya percaya saya bisa” (XI-4-22, E4).
Koeksistensi emosi: “panik takut namun ingin tahu” (XI-4-22, E5); “menegangkan dan siap belajar” (XI-4-13, E1).
Regulasi fleksibel: “bertanya agar paham” (XI-4-22, E1); mencari di Google (XI-4-21, E3).
Hasil sementara: “ternyata fisika itu menyenangkan” (XI-4-22, E5).
Masuk kembali iteratif: “mencoba lagi sebagai evaluasi diri” (XI-4-10).

Catatan. SNMEET adalah abstraksi teoretis yang diturunkan dari analisis fenomenologis interpretatif refleksi tertulis di lima episode pembelajaran fisika. Model ini merepresentasikan transformasi emosi-epistemik sebagai non-linear, rekursif, dan berpotensi ditandai oleh koeksistensi emosi. Zone of Optimal Confusion (ZOC) dikonseptualisasikan sebagai ruang transisi di mana ketidakpastian dapat tetap produktif selama eksplorasi epistemik. Model ini tidak diusulkan sebagai model kausal definitif.